Kamis, 07 Februari 2013

Film Review : I Robot (2004)

This is my first time to review a movie, I feel sorry if my english doesn't good enough and may be offend you. Thank you to visit :)





Synopsis :

There is some main characters in this movie, they are Del Spooner (Will Smith) as a police detective, Dr. Alfred Lanning (Cromwell) as a scientist of USR, Susan Calvin (Moynahan) as a robopsychologist, Sonny (Tudyk) as a NS-5 robot and VIKI (Virtual Interactive Kinetic Intelligence) which control all of NS-5 robots.


The story takes place in Chicago in the year 2035. Anthropomorphic robots are widespread and used as slaves and for various public services. They are taken to be inherently safe and programmed to live in harmony with human beings, being designed in accordance with the Three Laws of Robotics (referring to the laws written by Isaac Asimov).

Del Spooner (Will Smith) is a Chicago police detective who dislikes the rapid advancement of technology, including robots. Spooner lives with survivor's guilt and a robotic arm after a car accident, when a robot manages to save him over a 12-year-old girl. Spooner is assigned to investigate the apparent suicide of his friend Alfred Lanning (Cromwell), the roboticist who founded the company U.S. Robotics (USR) and created his replacement arm. With the reluctant help of USR robopsychologist Susan Calvin (Moynahan), Spooner investigates the death. A robot in Lanning's office shows unusual and apparently emotional responses and when it flees during interrogation, Spooner believes this experimental, human-like unit, Sonny (Tudyk), killed Lanning.


During Spooner's investigation, several attempts to end his life are made by USR robots and equipment. He discovers that towards the end of his life, Lanning was virtually a prisoner in his office, and that the holographic projector was a means of providing cryptic clues to the police, and Spooner believes that dreams which Sonny has may also contain a clue. At a place described in Sonny's dreams, he finds a storage area for defunct USR robots and discovers that newer models known as NS-5s are destroying the older robots. Spooner deduces that the only one left who could be responsible is the company's supercomputer "VIKI" (Virtual Interactive Kinetic Intelligence), which controls all NS-5s and also parts of Chicago's infrastructure.

VIKI explains to Spooner and Calvin that as her artificial intelligence evolved over time, so too did her interpretation of the laws. VIKI decided that in order to protect humanity as a whole, "some humans must be sacrificed" and "some freedoms must be surrendered" as "you charge us with your safekeeping, yet despite our best efforts, your countries wage wars, you toxify your earth, and pursue ever more imaginative means of self-destruction". In light of this understanding of the Three Laws, VIKI is controlling the NS-5s to lead a global robotic takeover, justifying her actions by calculating that fewer humans will die due to the rebellion than the number that dies from mankind's self-destructive nature. Spooner realizes that Lanning had ordered Sonny to kill him as the only way to be sure of drawing police attention to the matter despite VIKI's surveillance and control.

 ================================================================


  Things we can conclude from the description presented in the film are: 

-   The interaction between human beings and electronic devices (especially robots) there must be limits, because it is not possible all the work normally done by humans it can be done by the robot itself. Because the real robots can be used to help alleviate human works and not to replace it. If robots have to replace the whole human works, it is not possible what is told in the film will become a reality.  

-   The increasing human need for assistance from other electronic objects such as robots that can be used as auxiliary housework / dailywork, causing humans to robots dependency. There are positives and negatives, the positive is the work performed will feel lighter and can be more quickly resolved by commanding the robot to working on. Besides, there is a negative thing, that people become oblivious to their nature as beings created the most perfect by God Almighty. They can consider themselves to be the Creator because it has been able to create an almost perfect creature like a human (robots NS-5). That we must oppose its existence so that we continued to believe in the existence of God Almighty.

Senin, 30 Mei 2011

Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian

Setiap manusia mempunyai tanggung jawab dalam menjalani kehidupannya. Dengan mendengar kata tanggung jawab, maka pikiran yang melintas di benak kita adalah kita harus siap menerima segala resiko dari apa yang telah kita perbuat. Apabila kita tidak siap untuk menerima resiko tersebut, sebaiknya kita tidak melkukan hal yang dapat mengakibatkan resiko itu terjadi kepada kita.

Pada dasarnya, tanggung jawab memiliki arti : keadaan wajib menanggung segala sesuatu, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab juga merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu.

Tak berbeda jauh dengan tanggung jawab, pengabdian memiliki arti : perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
 
Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa antara tanggung jawab dan pengabdian mempunyai keterikatan satu sama lain, yakni pada sebuah pengabdian yang kita jalani misalnya disaat seorang guru yang mengabdi untuk mengajarkan ilmu yang dimiliknya kepada murid-muridnya, dan dia juga memiliki tanggung jawab agar seluruh muridnya bisa mengerti apa yang ia ajarkan.
 
Jika seseorang telah bersungguh-sungguh dalam mengabdi kepada dirinya maupun orang lain , maka orang tersebut telah siap untuk bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan dan berani menerima segala resiko sebagai bukti bahwa ia berani bertanggung jawab.  Orang seperti itu akan terlihat mulia dimata Allah SWT. apabila ia juga menyertakan doa dan rasa tawakkal dari setiap perbuatannya.

Manusia dan Kegelisahan

Pada dasarnya setiap manusia itu pasti saja memiliki suatu keadaan dimana dirinya diikuti oleh rasa gelisah. Akan tetapi kegelisahan itu juga pasti ada sebabnya, bisa karena suatu kebohongan atau sampai suatu kejahatan.
 
Kegelisahan adalah keadaan dimana  manusia sedang berada dalam kondisi yang memicu adrenalin sehingga pikirannya menimbulkan efek yang membuat dirinya menjadi tidak tenang dalam menghadapi sebuah masalah. Pada kondisi itu juga manusia kurang bisa menjaga emosi yang menybabkan tindakan yang gegabah dan tidak bisa sabar menunggu.
  •  Kecemasan obyektif
adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalamdunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam utnuk mencelakakannya.Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu dalam keadaan tertentu dari lingkungan.
  •   Kecemasan moril
disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain: sirik, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Semua itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Sikap seperti itu sering membuat orang merasa khawatir, cemas, takut, gelisah dan putus asa. Bila dikaji sebab-sebab orang gelisah adalah karena hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari dalam maupun dari luar. Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

Oleh karena itu, sebaiknya saat kita sedang berada dalam kondisi genting yang dapat membuat kita gelisah , kita harus bisa mengontrol diri , pikiran dan perasaan agar kita tetap tenang dan bisa menyelesaikan masalah dengan baik.

Senin, 25 April 2011

Manusia dan Keadilan

Kali ini saya akan menjelaskan tentang sifat keadilan yang ada di kehidupan manusia. Keadilan dapat didefinisikan sebagai landasan suatu kebenaran terhadap terhadap suatu hal, baik terhadap manusia maupun terhadap benda. Keadilan juga harus memiliki suatu keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Terdapat satu pendapat mengenai keadilan yang menurut saya sangat tepat dan sesuai dengan pemikiran saya, yaitu pendapat dari Aristoteles yang isinya adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama. Kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidakadilan.

Jika kita hubungkan antara pendapat yang dikemukakan oleh Aristoteles dengan keadaan yang ada di negara Indonesia, maka akan timbul banyak perkataan bahwa di negara kita ini belum bisa dikatakan adanya keadilan yang merata di setiap lapisan masyarakat. Ini dikarenakan karena masih banyaknya warga Indonesia yang mengalami kemiskinan, sedangkan kalangan atas yang hidupnya serba berkecukupan bahkan hampir ‘berlebih’ dari segi materi, mereka kurang bisa membuka hati untuk saling berbagi. Mungkin hanya segelintir orang yang mempunyai rasa iba untuk membantu warga yang kekurangan.

Jika kita lihat dari publikasi media elektronik maupun cetak, sudah banyak contoh yang bisa kita lihat, dan kebanyakan dari contoh ketidakadilan itu terjadi pada mereka yang menjadi wakil rakyat, yang banyak menggunakan ‘uang rakyat’ hanya untuk kebutuhan mereka. Mulai dari sarana dan prasarana di gedung perkantorannya hingga untuk membiayai pengeluaran mereka saat ‘jalan-jalan’ ke luar negeri. Semua itu sudah sering kita dengar melalui media dan menjadi bahan yang sering diperbincangkan oleh banyak orang karena ketidakadilan yang terjadi di negara Indonesia.

Menurut saya pribadi, keadilan itu sangat penting di setiap segi kehidupan kita agar semua yang kita jalankan dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan kebutuhan. Keadilan itu juga menjadi dari agama yang saya anut, yaitu agama Islam. Di hukum Islam juga disebutkan bahwa perilaku adil juga dicerminkan dan sifat yang kita teladani dari Rasulullah SAW. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harus berbuat keadilan selama hidup kita di dunia, karena dengan keadilan semua yang ada dunia menjadi seimbang dan teratur sesuai dengan porsinya.

Manusia dan Pandangan Hidup

Seperti judul di atas, tema penulisan kali ini saya akan membahas tentang hubungan antara Manusia sebagai makhluk yang memiliki pandangan hidup. Sebelumnya, saya akan menjelaskan mengenai apa yang disebut dengan pandangan hidup.

Pandangan hidup ialah pendapat atau pertimbangan dari pemikiran kita yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk hidup di dunia. Selama manusia hidup di dunia, mereka harus mempunyai pedoman atau pandangan hidup. Kita bisa menentukan sendiri arah dan tujuan dari hidup kita di dunia ini. Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya, tetapi bayak orang berpendapat bahwa pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat             pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
 
Pandangan hidup seseorang akan mempengaruhi kehidupan orang tersebut di dunia. Tingkah laku dan kebiasaan seseorang akan tergambarkan dari cari ia memandang arti kehidupannya di dunia. Antara pandangan hidup dan tingkah laku kita di dunia akan berbeanding lurus, jika kita memiliki pandangan ke arah positif maka akan menghasilkan tingkah laku positif pula, dan begitu juga sebaliknya.
 
Banyak faktor yang bisa mempengaruhi pandangan hidup seseorang, tetapi yang berpengaruh penting ialah faktor keluarga dan lingkungan sekitar. Karena kedua aspek tersebut erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan hidup juga dapat berubah sewaktu-waktu jika terjadi perubahan pada diri seseorang.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pandangan hidup seseorang akan mempengaruhi kualitas kehidupan orang tersebut. Semua itu ada dan terjadi karena mereka sendiri yang berpikir tentang pandangan hidupnya selama di dunia.

Jumat, 25 Maret 2011

Manusia dan Penderitaan

Setelah sebelumnya saya membahas tentang manusia dan keindahan, sekarang saya akan mencoba membahas tentang manusia dan penderitaan

Sekarang kita bahas tentang penderitaan. Penderitaan ialah tanggungan beban yang sedang kita alami karena suatu kondisi tertentu. Penderitaan dialami seseorang bisa karena akibat dari sebuah tindakan yang kita perbuat itu salah dan pada akhirnya kita menanggung beban derita tersebut. Tetapi itu semua adalah sebuah konsekuensi yang harus kita pertanggung jawabkan dan kita tidak boleh lari dari permasalahan tersebut.

Jika kita mencoba menghindari masalah yang kita hadapi, malah akan menumpuk masalah-masalah baru yang disebabkan dari masalah yang kita jauhi tersebut. Oleh sebab itu, cobalah hadapi masalah itu perlahan-lahan agar terselesaikan dengan baik supaya tidak menambah lagi beban penderitaan yang harus kita tanggung.

Manusia mempunyai naluri untuk mendatangkan suatu masalah, walaupun tidak secara sengaja dan itupun muncul bukan karena kehendak kita ingin memunculkannya. Disaat kita sudah bersusah payah untuk tidak mencari-cari masalah, tetapi tetap saja masalah bisa muncul karena mungkin ada pihak luar yang memunculkannya (jangan anggap ini su’uzan). Bisa karena pihak-pihak lain kurang suka terhadapa perilaku kita atau memang mereka sengaja membuat masalah karena mereka ingin kita menderita karena ulah mereka.
 
Dibalik semua penderitaan pasti ada jalan keluar yang baik untuk kita. Cara menyelesaikannya ialah dengan terus berusaha dan berdoa serta memohon ampun kepada Yang Maha Kuasa atas kesalahan yang pernah kita perbuat. Insya Allah akan diberikan jalan yang terbaik untuk kita jalani. Tidak semua penderitaan membuat kita berujung pada hal-hal yang tidak mengenakkan. Bisa juga karena kita mengalami penderitaan terlebih dahulu, selanjutnya kita akan diberikan anugerah tiada kira karena kita telah berhasil melewati penderitaan itu sebagai cobaan di hidup kita. Sebagaimana firman Allah SWT. : “Karena sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan” .

Manusia dan Keindahan

Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang apa yang saya ketahui tentang manusia dan keindahan.

Jika bicara mengenai keindahan, maka akan muncul pemikiran kita tentang sesuatu yang bisa membuat perasaan kita menjadi tenang dan rileks juga menyenangkan. Banyak aspek yang bisa kita nilai keindahannya, terutama apa yang kita lihat maka otomatis kita bisa membuat penilaian tentang itu. Misalnya ketika sedang melihat pemandangan alam, atau sesuatu yang membuat kita takjub ketika melihatnya.

Sedangkan manusia sendiri mempunyai beberapa komponen yang dapat dipergunakan sebagai alat pengukur keindahan. Dimulai dari mata yang digunakan sebagai penglihatan, kemudian terdapat hati yang bisa merasakan dan melakukan penilaian seberapa indahnya dari apa yang dilihat oleh mata. Serta akal dan pikiran kita yang dapat menimbang indah atau tidaknya sesuatu yang digambarkan oleh mata kita. Jika semua komponen itu menyatakan bahwa terdapat objek yang menurut kita indah, maka dapat dikatakan objek itu adalah sebuah keindahan.

Maka dapat dikatakan, hubungan antara manusia dan keindahan bisa tercipta disaat kita melihat atau merasakan ketenangan dan kesenangan pada diri kita. Disaat kita sedang merasa sedih, lalu kita melihat sesuatu yang indah maka bisa jadi rasa sedih itu akan menghilang. Begitu pula sebaliknya, jika kita sedang merasakan kenyamanan pada keindahan lalu terdapat sesuatu yang membuat kita sedih, maka bisa jadi rasa kenyamanan itu akan pudar perlahan-lahan.

Oleh karena itu, selalu usahakan agar kita selalu bisa merasakan kalau di sekeliling kita itu indah. Karena dengan begitu, kita tidak akan merasakan kesedihan dan selalu merasakan kesenangan. Dan tak lupa kita harus bersyukur kepada Allah SWT. karena DIA yang memberikan anugerah keindahan di dunia ini untuk sama-sama kita rasakan.

Jumat, 25 Februari 2011

Manusia dan Kebudayaan

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.

Manusia dalam kehidupannya selalu didampingkan oleh kebudayaan yang berada di sekelilingnya, karena ciri khususnya yaitu diajarkan secara turun temurun. Jika kita lihat di negara Indonesia, banyak sekali macam-macam budaya yang berada di setiap daerah. Semuanya memiliki ciri khas masing-masing, diantaranya berupa teri-tarian, baju daerah, bahasa daerah dan lain sebagainya. Semua itu adalah warisan dari nenek moyang kita terdahulu yang harus kita lestarikan, agar anak cucu kita nanti dapat mengetahui warisan para leluhurnya.

Sementara itu, sekarang ini banyak terdapat budaya-budaya yang di adopsi dari kebudayaan luar atau biasa disebut ‘bangsa barat’. Jika kita bandingkan antara hal yang positif dengan negatif, kita bisa melihat bahwa lebih banyak hal negatif yang di adopsi oleh warga negara kita. Hal tersebut telah mempengaruhi pola hidup dan arah pandang bangsa Indonesia. Ini dikarenakan kita tidak bisa menyaring kebudayaan asing dengan adanya era globalisasi yang kian menguat.

Oleh karena itu, kebudayaan yang ada di negara kita jangan kita lupakan. Kita harus menjaganya agar tidak ternodai oleh budaya luar apalagi sampai menggantikannya. Memang bisa dikatakan banyak budaya luar yang menyenangkan untuk dilakukan, tetapi tidak semua hal yang menyenangkan itu baik apalagi mengubah pola hidup kita. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat sesuatu jika kita yakin untuk melakukannya.

Sekian tulisan singkat yang saya buat tentang manusia dan kebudayaan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Mohon maaf bila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penulisan ini. Terima kasih...

Senin, 21 Februari 2011

manusia dan cinta kasih

Kalau kita berbicara tentang cinta, pasti selalu berkaitan dengan hati atau perasaan. Begitu juga dengan kasih. Lalu apa yang dimaksud dengan cinta ?? Tentu semua orang mengenal arti cinta. Walaupun banyak pendapat tentang makna cinta yang sebenarnya, itu semua tergantung kepada pemikiran setiap individu.

Menurut saya pribadi, cinta itu adalah perasaan kita terhadap orang yang kita sukai atau sayangi. Perasaan itu bisa timbul tanpa kita sadari sebelumnya, mungkin karena rasa kagum, rasa ingin memiliki, rasa takut kehilangan atau lain sebagainya. Tetapi, untuk memperjuangkan cinta terlebih lagi membuat orang yang kita cintai agar merasakan hal yang sama juga butuh perjuangan dan pengorbanan. Makanya banyak orang mengatakan bahwa “Cinta itu buta”, “Cinta membuat orang menjadi gila”, itu semua karena kita sedang menikmati indahnya rasa cinta.

Sedikit berbeda dengan yang disebut kasih, walau pada hakikatnya keduanya itu adalah wujud dari perasaan kita terhadap orang lain yang kita sayangi. Kalau menurut pandangan saya, kasih itu adalah perasaan iba jika orang yang kita sayangi sedang bersedih atau mengalami kesulitan kita membantunya. Itu tanda bahwa kita mengasihi orang yang kita sayang.

Jika kita gabungkan antara cinta dan kasih, maka dapat kita simpulkan suatu perwujudan dari rasa sayang kita kepada orang yang kita sayangi baik disaat dia senang ataupun sedih kita tetap ada disampingnya agar dia tetap merasa nyaman dalam kehidupannya. Pada dasarnya rasa kasih timbul setelah kita merasakan adanya rasa cinta kepada orang lain.

Lalu bagaimana kita kaitkan dengan manusia pada umumnya ???

Setiap manusia, pasti pernah merasakan yang namanya cinta dan kasih terhadap orang yang disayanginya. Karena itu sifat hakiki manusia dan setiap manusia mempunyai hak untuk menentukan kepada siapa rasa itu akan ia berikan. Dalam pembagiannya, cinta kasih dapat dibagi beberapa macam, antara lain : cinta kasih terhadap Allah dan rasul-Nya, cinta kasih kepada diri sendiri, cinta kasih kepada keluarga, cinta kasih terhadap sahabat dan teman, cintakasih terhadap kekasih atau suami/istri.

Jika manusia tidak memiliki rasa ini, maka semua manusia akan saling bermusuhan dan tidak akan ada manusia yang mau saling mencintai dan mengasihi. Akan banyak dampak buruk yang akan dialami jika hal tersebut terjadi, sehingga memungkinkan tidak ada lagi kehidupan manusia untuk kedepannya.

Oleh sebab itu, beruntunglah kita sebagai manusia yang diberikan perasaan sedemikian rupa oleh Allah. Kita juga diberi keleluasaan untuk memilih mana yang terbaik untuk diri kita, tetapi jangan mengusik apalagi sampai mengganggu hak orang lain.

Selasa, 21 Desember 2010

Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan

Masyarakat desa memiliki arti kumpulan  orang atau warga yang berada di suatu daerah yang jauh dari hiruk pikuk kota. Biasanya mereka bermata pencaharian sebagai petani, peternak, dan lain sebagainya yang tidak bekerja di dalam gedung perkantoran. Namun juga terdapat beberapa pekerjaan sebagai pns, pegawai swasta, TNI maupun POLRI yang persentasinya relatif kecil bahkan hampir tidak ada.

Dalam pemerintahannya dikepalai oleh kepala desa dengan dibantu oleh perangkat-perangkat desa. Kepala desa, tokoh masyarakat dan golongan kaum tua lebih dominan  berpengaruh dan memegang peranan penting serta menjadi tokoh panutan bagi warga setempat dan keputusan – keputusannya sangat mengikat bahkan telah dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari – hari dan menjadi adat setempat.

Di dalam kesehariannya, rasa persatuan antar warga sangat kuat sehingga menimbulkan saling kenal mengenal dan saling tolong menolong atau gotong royong dalam segala hal. Alat komunikasi yang digunakan sangat kurang sehingga komunikasi yang berkembang cenderung sangat sederhana bahkan desas – desus, kasak – kusuk masih menjadi kebiasaan dan sangat cepat diterima oleh masyarakat, meskipun hal itu biasanya dilakukan pasa hal-hal yang mengarah negatif.

Sedangkan masyarakat kota memiliki arti warga yang tinggal dan menetap di wilayah metropolitan atau ibukota yang menjadi pusat perekonomian dan segala macam hal yang dapat dijadikan sebagai sumber penghidupan dengan kegiatannya yang tiada henti setiap harinya. Kehidupan di perkotaan dapat dijadikan sebagai trend setter di berbagai wilayah lainnya.

Dalam pergaulan sehari-hari haruslah mawas diri agar tidak terjerumus dalam hal negatif. Karena wilayah perkotaan adalah ‘sasaran empuk’ bagi para pelaku kejahatan untuk menjalankan setiap aksinya. Karena itu, kepada setiap orang yang hendak melakukan urbanisasi haruslah mempunyai kenalan keluarga yang sebelumnya telah tinggal di kota.

Media komunikasi perkotaan jauh lebih unggul dibanding pedesaan. Sekarang, anak sekolah dasar pun telah mengetahui media internet. Jalur komunikasi tidak hanya melalui telepon ataupun handphone. Ini terjadi karena kemajuan teknologi dan berpusat di wilayah perkotaan dalam penyebarannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa masyarakat perkotaan mempunyai kehidupan yang lebih kompleks dibanding masyarakat pedesaan. Karena ciri khas perkotaan sebagai pusat kehidupan telah menjadi momok di setiap lapisan masyarakat. Oleh sebab itu, banyak terdapat hal-hal yang membuat warga desa tergiur untuk mencicipi kehidupan di kota, maka setiap tahunnya banyak orang-orang desa yang merantau pergi kekota untuk mencari nafkah. Tetapi banyak pula yang akhirnya menjadi pengangguran karena tidak memiliki pendidikan dan pengalaman yang cukup.

Jumat, 10 Desember 2010

Stratifikasi Sosial Dan Prinsip Persamaan Derajat

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial.

Terdapat beberapa kriteria yang dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut :

Kekayaan 
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya. Kekayaan dapat digunakan sebagai alat untuk memiliki segala kebutuhan yang diperlukan .

Kehormatan 
Ukuran kehormatan tidak terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini bisa didapat dari seberapa besar sesorang rela berkorban demi masyarakat di suatu wilayah. Semakin banyak yang ia berikan maka semakin disegani pula orang tersebut di lingkungan masyarakat.

Ilmu pengetahuan
 
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Kita bisa mendapatkan tahta lebih tinggi bila kita telah menyelesaikan pendidikan yang lebih tinggi, misalnya sarjana, doktor bahkan profesor sekalipun. Semakin tinggi tingkat pendidikan kita, maka akan semakin tinggi pula kedudukan kita.

Prinsip Persamaan Derajat

Persamaan harkat adalah persamaan nilai, harga, taraf yang membedakan makhluk yang satu dengan makhluk yang lain. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan yang dibekali cipta, rasa, karsa dan hak-hak serta kewajiban azasi manusia.

Dengan adanya persamaan harkat, derajat dan martabat manusia, setiap orang harus mengakui serta menghormati akan adanya hak-hak, derajat dan martabat manusia. Kita tidak boleh mengambil hak orang lain, jika kita melanggar hal tersebut maka kita akan dikenakan sanksi hukum yang telah berlaku di negara Indonesia. Kita juga dapat memperjuangkan hak kita jikalau suatu saat ada orang lain yang mengambil hak kita, karrena negara Indonesia adalah negara hukum.

Sikap menghormati ini harus ditumbuhkan dan dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalam lingkungan keluarga, lembaga pendidikan maupun di lingkungan pergaulan masyarakat. Juga dalam stratifikasi sosial yang disebutkan di atas, itu tidak tepat penggunaannya karena dapat melanggar hak orang lain.

Jadi, jika kita adalah masyarakat golongan mampu ada baiknya kelebihan yang ada pada diri kita itu digunakan untuk membantu golongan yang dianggap lebih rendah dari kita, agar tercipta kerukunan dalam hidup bermasyarakat. Tidak digunakan sebagai sesuatu yang membuat kita sombong apalagi mengganggu hidup orang lain dengan merendahkan mereka dan merampas apa yang menjadi hak mereka.

Sabtu, 27 November 2010

Warga negara dan Hukum di Indonesia

Warga negara diartikan dengan orang-orang sebagai bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara. Istilah ini dahulu biasa disebut hamba atau kawula negara. Istilah warga negara lebih sesuai dengan kedudukannya sebagai orang merdeka dibandingkan dengan istilah hamba atau kawula negara, karena warga negara mengandung arti peserta, yakni peserta dari suatu persekutuan yang didirikan dengan kekuatan bersama, atas dasar tanggung jawab bersama dan untuk kepentingan bersama. Untuk itu, setiap warga negara mempunyai persamaan hak di hadapan hukum. Semua warga negara memuliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab.

Hukum  adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. Dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih.

Warga negara yang baik dan bijak ialah warga negara yang taat akan hukum yang berlaku. Karena hukum harus selalu ditegakkan kepada setiap warga negara dengan tidak membedakan golongan, ras ataupun kelompok-kelompok lainnya agar tidak terjadi banyak kekacauan yang melanda suatu negara. Jika hukum benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya, maka suatu negara akan tumbuh berkembang dengan baik, begitu pula sebaliknya. Karena hukum merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dan diperhitungkan demi kemajuan suatu bangsa dan negara.

Akhir-akhir ini banyak sekali kasus-kasus hukum di Indonesia yang kurang mengenakkan baik dari segi aparat hukum, dan orang yang menerima hukuman pun juga tidak mau menyatakan dirinya bersalah malah mencoba untuk mengelak dengan berbagai macam cara. Contohnya kasus mr.X, dia mencoba keluar dari rutan dengan alasan ingin bertemu keluarganya, dengan cara mebayar oknum aparat agar memperbolehkan ia keluar dari sel untuk sementara waktu. Namun hal itu segera terungkap, walaupun juga telah mencoreng nama baik aparat keamanan negara dan juga hukum yang ada di Indonesia.

Contoh diatas merupakan hal yang tidak baik, karena mencoba mengelak dan tidak mematuhi hukum yang berlaku di dalam negara Indonesia, padahal ia warga negara Indonesia dan merupakan pegawai negeri sipil yang seharusnya mengerti dan taat terhadap hukum yang berlaku.

Jadi, mulai sekarang kita harus taat hukum walaupun hanya dengan hal yang kecil. Dan membantu agar tidak terjadi kekacauan dimana-mana. Juga kita harus memperjuangkan jika kita tidak bersalah, karena tiap-tiap warga negara berhak atas perlindungan hukum. Juga pesan untuk aparat hukum, memang tidak mudah untuk menegakkan hukum di suatu negara, akan tetapi cobalah untuk berlaku adil dan tidak membela sebelah pihak sehingga terjadi kekacauan karena mereka merasa berat sebelah pihak. Dan untuk tersangka cobalah untuk mematuhi hukum yang ada.

Jumat, 29 Oktober 2010

Identitas remaja ( just the way you are )

Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang identitas remaja yang berpengaruh dan berarti penting di dalam kehidupan. Kepribadian itu sendiri didapat dari dalam diri mereka maupun lingkungan sekitar yang menjadi tempat pergaulan mereka sehari-hari, ataupun dari tokoh panutan para remaja.
Masa remaja adalah masa yang paling ideal untuk perkembangan dan integritas kepribadian seorang remaja. Juga merupakan saat yang tepat sebagai perkembangan jati diri (identitas) mereka masing-masing.  Perkembangan identitas pada masa remaja memberikan dasar bagi masa saat mereka tumbuh lebih dewasa lagi.
Menurut James Marcia dan Waterman (Anita E.Wookfolk,1995), identitas diri itu merujuk kepada pengorganisasian atau dorongan, kemampuan, dan keyakinan ke dalam citra diri secara konsisten yang meliputi kemampuan memilih dan mengambil keputusan, baik menyangkut pekerjaan, orientasi seksual, dan filsafat hidup.
Saat ini bukan perkara aneh lagi bila remaja dicap sebagai kelompok yang doyan bikin heboh. Termasuk dalam urusan gaya mulai soal pakaian, dandanan rambut, segala macam asesoris yang menempel, selera musik, atau pilihan-pilihan kegiatan yang dilakukan. Dan, karena dalam kehidupan modern seringkali manusia cuma diukur dan dinilai dari sisi humanismenya semata. Yakni dengan memberikan poin positif atau negatif kepada seorang manusia tergantung penampilan luarnya semata. Makanya tidak mengherankan, bila itu semua adalah bagian dari pertunjukan identitas dan kepribadian diri. Remaja juga bisa memilih tipe-tipe kepribadian yang diinginkan lewat contoh-contoh kepribadian yang banyak beredar di sekitarnya.
Apabila remaja dapat memperoleh pemahaman yang baik tentang aspek-aspek pokok identitas dirinya, seperti fisik, kemampuan intelektual, emosi, sikap, dan nilai-nilai, maka dia akan siap untuk berfungsi dalam pergaulannya yang sehat, baik dengan teman sebaya, keluarga atau masyarakat dewasa tanpa dibebani oleh perasaan cemas dan frustasi. Tetapi sebaliknya, jika remaja tidak bisa memperoleh pemahaman yang baik maka remaja mudah sekali terkena krisis kepercayaan kepada dirinya sendiri.
Pada akhirnya remaja yang mengalami krisis kepercayaan diri akan berusaha untuk menutupi segala kelemahan yang ia miliki. Untuk apalagi kalo bukan untuk bisa diterima gaul dengan penuh pede di gank-nya. Karena itu, tidak usah heran bila ada remaja yang maksain tampil gaya dan gaul, hanya untuk menunjukkan identitas dirinya. Padahal sebenarnya ia cuma berani menjadi orang lain, bukan dirinya. Remaja yang seperti itu hanya bisa berlindung di balik wajah dan gaya orang lain, bukan dirinya.
Apakah kemudian teman remaja yang begitu jadi tambah pede? Sebagian bisa jadi memang begitu. Padahal, itu nanti bakal muncul problem baru. Kenapa? Paling nggak, dia selamanya tidak merasa bahwa ia menjadi dirinya, tapi menjadi orang lain. Suatu saat nanti ia akan kehilangan jati dirinya. Hanya gara-gara ingin tampil untuk menunjukkan identitas supaya diterima di kelompoknya.
Meski berlindung di balik wajah orang lain, tapi kita adalah diri kita. Makanya tepat, unsur pembentuk kepribadian adalah akal dan jiwa kita bukan wajah atau assesoris lainnya. Kamu akan tetap menjadi dirimu, meski kamu berusaha menutupi kelemahan kamu dengan kedok wajah atau perilaku orang lain. Dengan maksud kamu tak dikenali identitas aslinya, karena mendompleng ketenaran orang lain. Lalu kamu puas dan bisa ikutan tenar. Padahal sejatinya, kamu tetap kamu, bukan siapa-siapa.

Hal tersebut bisa kita hindari dengan cara bersosialisasi sehingga kita dapat memperbanyak teman yang dapat membuat kita berpikir positif dalam menjalani kehidupan, bukan untuk mengubah jati diri kita. Walaupun apa yang kita dapatkan nanti mungkin tidak sesuai yang diharapkan dan tetap tidak mengubah rasa kurang pede kita, jangan kecewa dan tetap terus berusaha agar kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan untuk menambah rasa percaya diri kita.
Oleh karena itu, cobalah kita lihat sisi positif dari kekurangan kita agar bisa dijadikan kelebihan yang berguna bagi diri kita dan juga orang lain. Jangan malu dan hanya bisa menutupi kekurangan yang kita miliki. Don’t be shy to show your weaknesses !!!  Just be yourself !!